W7: Company in globalize economy :

W7: Company in globalize economy :

  • commonly held and contrastive feature

meskipun perusahaan ini memproduksi peralatan elektronik, dalam menjalankan usahanya Konosuke berusaha memproduksi jenis peralatan yang berbeda kegunaannya. Produk selanjutnya adalah kombinasi steker dengan harga 30% lebih murah dari saingannya. Produk ini segera habis diserbu pembeli.

Adapun produk yang dilahirkan seperti sebuah steker berujung dua, dan produk ini juga sangat laju di pasaran karena harga lebih murah dan kualitas yang terjamin. Strategi ini diterapkan untuk mengimbangi ekonomi global hingga sekarang ini.

Konosuke mengorganisir jaringan sub kontraktor, memproduksi barang yang dihasilkan laba berlipat dan dapat dengan cepat  memproduksi barang baru sebagai pengganti barang yang lama.sehingga dapat membawa keuntungan dan dampak yang bagi ekonomi global

Melakukan joint venture yang teratur dan terencana. dengan membangun jaringan pemasaran ke luar negeri. Pada Juni 1975, North European National Service Co muncul untuk mendukung pemasaran matsushita di daerah tersebut. Untuk pasar Amerika, Konosuke memusatkan bisnis pemasarannnya di New Jersey.

Matsushita USA lalu membangun perusahaan presisi di Filipina dan diikuti oleh pembentukan Quasar Electrik Company.

  • Important knowledge in Company

Pentingnya knowledge dalam perusahaan adalah,

– Dapat mendukung kesepakatan antara organisasi dengan karyawannya.

– organisasi membentuk relationships atau hubungan kerja atau jejaring untuk melanjutkan tujuan dari KM.

Seperti halnya konosuke melakukan joint venture dengan perusahaan lain dengan membangun jaringan pemasaran keluar negeri. Dan ini merupakan bagian contoh dari perekonomian secara global.

Konosuke memberikan pendidikan kepada karyawan,karena Konosuke berpandangan bahwa, karywan yang pandai akan mampu menghasilkan produk yang bermutu dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan demi kelangsungan persaingan ekonomi global.

  • Cross cultural interfaces & Knowledge domain

Membentuk joint venture

Perusahaan ini selalu menciptakan produk terbaik bagi para konsumennya, sebagai upaya dari melestarikan budaya kedua perusahaan yang telah diterapkan oleh para pendirinya. Dan hal tersebut tetap diterapkan hingga saat ini sehingga menjadi budaya yang baik bagi perusahaannya di masa depan.

Dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan untuk perkembangan masyarakat. Dan mereka berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen yang merupakan refleksi dari penghargaan mereka terhadap hubungan yang panjang antara kami dan masyarakat.

W5: Whole problem case

W5: Whole problem case

Masalah yang terjadi pada perusahaan Konosuke

  • Permasalahan timbul karena Konosuke hanya memproduksi kerangka luar dan tidak membuat batu baterai yang berfungsi sebagai sumber tenaga. Ia lalu meminta 10.000 buah batu baterai untuk melancarkan promosinya. Tetapi perusahaan tersebut menolak. Setelah membujuk beberapa kali tetap tidak berhasil.

  • Pengaruh Konosuke dalam Kamar Dagang Osaka mulai dihapus karena keterlibatannya dalam pembuatan suku cadang untuk perang. Konosuke mencoba untuk membela diri dengan mengatakan bahwa keterlibatannya karena dipaksa oleh Angkatan Perang Kerajaan. Pembelaannya gagal dan Konosuke dilarang melakukan bisnis karena ia terliat dalam memproduksi amunisi untuk perang. 40 buah perusahaan Konosuke yang terlibat dalam perang segera dibubarkan dan Konosuke hanya dapat melakukan kontrol secara tidak langsung terhadap sisa perusahaannya karena tidak dapat memegang  jabatan resmi.
  • Pada tahun 1979 memiliki pangsa pasar terbesar di Jepang. Ketika mereka menjual peralatan elektronik Matsushita dengan memberikan rabat, Konosuke marah besar dan menghentikan hubungan bisnis dengan Daiel tanpa menghiraukan kekuatan jaringan pemasaran Daiei.

  • Tahun 1975, jumlah pengangguran di Jepang mencapai satu juta orang, angka tertinggi sesudah perang.Pada tahun ini ekonomi Jepang mengalami kemerosotan dan produk elektronik tidak ada yang memesan.


W3: Company background (including vision & Mission)

  • W3: Company background (including vision & Mission)

Di tahun 1954 Almarhum Drs Thayeb Moh. Gobel mendirikan PT. Transistor Radio Manufacturing, yang merupakan pabrik Radio Transistor pertama di Indonesia, dengan nama brand Cawang. Langkahnya tidak terhenti sampai disitu, namun dilanjutkan dengan bekerja sama dengan pihak Panasonic Corporation Japan pada tahun 1960 untuk “Technical Assistance Agreement.” Kemudian di tahun 1962, perusahaannya diminta untuk merakit Televisi hitam putih dalam rangka Asian Games yang akan diadakan di Jakarta. Bisnisnya pun berkembang sejak saat itu hingga pada tanggal 27 Juli, 1970, terbentuklah joint venture dengan Panasonic Corporation dibawah nama PT National Gobel. Sejak saat itu setiap tahunnya Panasonic selalu menciptakan produk terbaik bagi para konsumennya, sebagai upaya dari melestarikan budaya kedua perusahaan yang telah diterapkan oleh para pendirinya.

Perusahaan ini terbentuk oleh dasar filosofi yang diterapkan oleh kedua penemunya, Almarhum Drs. Thayeb Moh Gobel dan Konosuke Matsushita. Almarhum Drs. Thayeb Moh Gobel memiliki filosofi “Pohon Pisang” sementara Konosuke Matsushita dikenal dengan filosofi “Air Mengalir”. Hingga saat ini kedua filosofi bersatu dan membentuk suatu sinergi yang luar biasa dalam membangun bisnis Panasonic di Indonesia.

Bagi Panasonic sendiri, air merupakan hal yang sangat krusial untuk kelangsungan hidup manusia. Seperti halnya air yang mengalir, produk elektronik pun seharusnya mudah tersedia dengan harga yang terjangkau untuk kebutuhan masyarakat banyak.

Sinergi dari kedua filosofi inilah yang membentuk produk-produk Panasonic yang berkualitas hingga saat ini.

Tentunya kelangsungan bisnis hingga saat ini masih memegang teguh semangat yang sama yang telah terbentuk hampir 1 abad yang lalu. Yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup dan untuk perkembangan masyarakat. Kami percaya bahwa komitmen kami dan segenap karyawan kami dalam memberikan yang terbaik untuk konsumen merupakan refleksi dari penghargaan kami terhadap hubungan yang panjang antara kami dan masyarakat.